PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI SMP N 1 SOLOKURO LAMONGAN

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

  1. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah kunci utama terbentuknya SDM yang kompeten dalam membangun bangsa. Pendidikan mempunyai peran yang sangat urgen untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan suatu bangsa. Pendidikan juga menjadi tolak ukur memajukan suatu bangsa, dan menjadi cermin kepribadian masyarakatnya.

Sebagaimana dikatakan bahwasannya pendidikan adalah usaha meningkatkan diri dalam segala aspeknya, mencakup kegiatan pendidikan yang melibatkan guru maupun yang tidak melibatkan guru (pendidik), mencakup pendidikan formal maupun informal, segi yang dibina oleh pendidikan adalah seluruh aspek kepribadian. Dengan pendidikan diharapkan dapat menghasilkan manusia yang berkualitas dan bertanggung jawab serta mampu mengantisipasi masa depan.[1]

1

Oleh karena itu melalui pendidikan diharapkan tercipta manusia yang mampu menempatkan diri dalam masyarakat yang dapat bergerak secara luas serta tidak terbawa arus globalisasi, bahkan seharusnya mampu memegang kendali dalam bermasyarakat untuk menghadapi segala macam bentuk lingkungan yang ada. sebagaimana dalam buku pengantar ilmu mendidik teoritis hal 24 dikatakan Pendidikan/ pedagogi merupakan rangkaian upaya yang kompleks untuk memekarkan segenap bakat dan potensi individu, dibantu oleh teknik-teknik ilmiah dan seni pengendalian (cybernetica) guna mempengaruhi pribadi dan kelompok untuk membangun diri sendiri dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu pembangunan dalam pendidikan sangat diperlukan, karena pembangunan tersebut sangat berpengaruh pada hasil dari pendidikan itu sendiri.

Pembangunan dibidang pendidikan merupakan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia Indonesia dalam rangka mewujudkan masyarakat maju, adil, dan makmur hal ini tercantum dalam tujuan pendidikan nasional sebagai berikut:

Pembangunan dibidang pendidikan merupakan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dalam meningkatkan kualitas kehidupan manusia Indonesia dalam rangka menciptakan manusia yang berpotensi dan berakhlak mulia. Karena pendidikan mempunyai peran yang sangat urgen untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan suatu bangsa, dan menjadi cermin kepribadian masyarakat. Sebagaimana dalam undang-undang Indonesia no 20 tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional BAB II pasal 3, dikatakan:

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

 

Allah SWT telah memerintahkan umat manusia untuk berupaya semaksimal mungkin guna mencari kebahagiaan terhadap dunia dan akhirat melalui firman Allah dalam Al Quran surat Al Qashash ayat 77 berbunyi:

وَابْتَغِ فِيْمَآ ءَاتَكَ اللهُ الدَّارَ اْلأَخِرَةَ وَلاَتَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا صلى وَأَحْسِنْ كَمَآ أَحْسَنَ اللهُ إِلَيْكَ صلى وَلاَتَبْغِ الْفَسَادَ فِى اْلأَرْضِ صلى اِنَّ اللهَ لاَيُحِبُّ اْلمُفْسِدِيْنَ.

“Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.

 

Dan untuk mencapai kesehatan jasmani dan rohani serta kebahagiaan dunia akhirat itu maka perlu adanya pendidikan agama khususnya pendidikan agama Islam sebagaimana pendidikan agama Islam diartikan sebagai: Usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan pengajaran dan atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antara umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional. [2]

Pendidikan agama Islam adalah sistem pendidikan yang dapat memberikan kemampuan seorang untuk memimpin kehidupannya sesuai dengan cita-cita Islam, karena nilai-nilai Islam telah menjiwai dan mewarnai corak kepribadian. Pengertian pendidikan Islam dengan sendirinya adalah suatu sistem pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah, maka pendidikan berarti menumbuhkan.

Sebagaimana diketahui bahwasannya manusia Indonesia yang kita cita-citakan adalah manusia yang saleh dan produktif dengan menguasai ilmu pengetahuan dan tegnologi bagi peningkatan tarafnya. Dengan demikian misi pendidikan Islam ialah mewujudkan nilai-nilai keIslaman di dalam pembentukan manusia Indonesia. [3]

Sebagai pendidikan yang berlabel agama, maka pendidikan agama Islam memiliki transmisi spiritual yang lebih nyata dalam proses pengajaran dibanding dengan pendidikan umum. Pendidikan Islam mempunyai keinginan yang kuat untuk mengembangkan keseluruhan aspek dalam diri anak secara berimbang, baik intelektual, imajinasi dan keilmiahan, cultural serta kepribadian. Karena itulah pendidikan Islam memiliki beban multi paradigma.[4]

Perkembangan agama pada seseorang sangat ditentukan oleh pendidikan dan pengamalan hidup sejak kecil, baik dalam keluarga, sekolah, maupun dalam lingkungan masyarakat. Oleh sebab itu pendidikan agama Islam harus ditanamkan dalam pribadi anak sejak lahir bahkan sejak dalam kandungan dan kemudian hendaklah dilanjutkan pembinaan pendidikan tersebut disekolah, mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

Karena pendidikan tidak hanya ditujukan untuk mencapai kesuksesan dengan keterampilan-keterampilan yang ada, akan tetapi pendidikan juga ditujukan untuk mengembangkan potensi seseorang untuk memilih kekuatan spiritual sebagaimana dalam UU tentang sistem pendidikan nasional BAB: I, pasal: 1, poin: 1 dan 2

  1. Pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
  2. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar negara republik Indonesia tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.[5]

 

Dan sebagaimana diketahui bahwasannya pendidikan agama Islam yang didoktrin sebagai pendidikan pembenahan moral dan menciptakan manusia yang berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, bernegara, mempunyai posisi penting untuk diperhatikan dalam dunia pendidikan.

Akan tetapi tidak dapat diingkari bahwasannya dalam pembelajaran pendidikan agama Islam banyak sekali problematika yang dihadapi, baik dari pendidik atau guru, peserta didik yang akan menerima pendidikan tersebut, sarana prasarana, lingkungan yang terdapat diluar sekolah yakni keluarga dan masyarakat, maupun didalam sekolah itu sendiri. Oleh karena itu disini penulis akan melakukan penelitian dengan judul “Problematika Pembelajaran Agama Islam Di SMP N 1 Solokuro Lamongan”

 


  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan yang dapat penulis rumuskan adalah:

  1. Bagaimana pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP N 1 Solokuro Lamongan?
  2. Problem apa saja yang dihadapi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam?
  3. Bagaimana Langkah-langkah yang dilakukan oleh SMP N 1 Solokuro Lamongan dalam mengatasi problem pembelajaran PAI?

 

  1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian adalah:

  1. Untuk Mendeskripsikan pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP N 1 Solokuro Lamongan.
  2. Untuk Mendeskripsikan Problem yang dihadapi SMP N 1 Solokuro Lamongan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam.
  3. Untuk Mendeskripsikan Langkah-langkah yang dilakukan oleh SMP N 1 Solokuro Lamongan dalam mengatasi problem pembelajaran Pendidikan agama Islam.

 


  1. Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk:

  1. Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai bidang pengajaran, khususnya problematika pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP N 1 Solokuro Lamongan dapat digunakan sebagai bahan acuan bagi peneliti-peneliti berikutnya dalam mengatasi problem-problem pembelajaran pendidikan agama Islam tersebut dan untuk meningkatkan mutu pendidikan agama Islam.

  1. Praktis

Secara praktis, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh para guru pendidikan agama Islam dalam mengelola kelas yang salah satunya dengan menerapkan solusi yang didapatkan pada persoalan-persoalan tersebut dalam masyarakat umum. Dan peneliti dapat memahami pentingnya mengetahui problematika dalam pembelajaran pendidikan agama Islam sebagai alat ukur dalam menyelesaikan problem tersebut.

 


  1. Langkah-Langkah Mengatasi Masalah
    1. Mengatasi Problem peserta didik
  2. Pada karakter kelainan psikologi
  3. Pada karakter kelainan daya fisik
  4. Pada karakter kelainan kemauan
    1. Mengatasi Problem Pendidik
      1. Penghasilan pendidik dalam mencukupi kebutuhan hidupnya
      2. Pendidik memahami tabiat
      3. Pendidik harus mampu menggunakan variasi metode mengajar
      4. Pendidik harus mampu meningkatkan keahlian dengan usaha mereka sendiri
    2. Mengatasi problem manajemen

Ada jalinan hubungan antara sekolah dengan orang tua peserta didik, dimaksudkan agar orang tua mengetahui kegiatan yang di rencanakan dan dilaksanakan di sekolah.

  1. Mengatasi Problem kurikulum
    1. Prinsip relevansi
    2. Prinsip efektivitas dan efisiensi
    3. Prinsip kesinambungan
    4. Prinsip fleksibilitas
    5. Prinsip berorientasi pada tujuan

 

  1. Problem sarana dan prasarana

Problem sarana dan prasarana perlu adanya pemenuhan program pendeteksian secara dini, setelah itu alat-alat yang sering digunakan lalu alat-alat yang jarang digunakan.

  1. Mengatasi problem lingkungan
  1. Definisi Operasional
    1. Problematika adalah: Persoalan atau berbagai perkara yang sulit dihadapi.[6]
    2. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: pembentukan kepribadian muslim.[7]

 

  1. Sistematika Pembahasan

Untuk mempermudah penulisan dan pemahaman secara menyeluruh tentang penelitian ini, maka sistematika penulisan laporan dan pembahasannya sebagai berikut:

BAB I          Pendahuluan, yang meliputi: (A) Latar Belakang, (B) Rumusan Masalah, (C) Tujuan penelitian (D) kegunaan penelitian, (E)Langkah-LangkahMengatasiMasalah,(F)Definisi Operasional, (G) Sistematika Pembahasan.

BAB II          Landasan Teori yang berisi: (A) Pengertian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (B) Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam, (C) Dasar-dasar Pendidikan Agama Islam. (D) Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, yang meliputi: Problem Anak Didik Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Problem Pendidik Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Problem Manajemen Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Problem Kurikulum Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Problem Sarana Dan Prasarana Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Problem Lingkungan Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. (E) Langkah-langkah Dalam Mengatasi Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, yang meliputi: Perkembangannya Anak Didik Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Perkembangannya Pendidik Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Perkembangannya Manajemen Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Perkembangannya Kurikulum Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Perkembangannya Sarana Dan Prasarana Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Perkembangannya Lingkungan Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

BAB III        Penyajian dan Analisis Data Meliputi: (A) Metode Penelitian (B) Gambaran Umum Obyek Penelitian, (C) Penyajian Data, (D) Analisis Data.

BAB IV        Penutup Yang Terdiri Dari Kesimpulan dan Saran

[1]Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam (Surabaya: Abditama, 1997), Hlm. 6

[2] Muhaimin, Abd. Ghafir dan Nur Ali, Strategi Belajar Mengajar (Surabaya: Karya Anak Bangsa, 1996), hlm. 6

[3]     H.A.R. Tilaar, Paradigma Baru Pendidikan Nasional (Jakarta: Nur Insani, 2000), hlm. 150

[4]     Hasbullah, Kapita Selekta Pendidikan Islam (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996), hlm. 6

[5] TIM Redaksi Fokus Media, Standar Nasional Pendidikan (Bandung: Fokus Media, 2005), hlm. 94

[6]     Pius A.P. & MRD Dahlan, Kamus Ilmiah Popule (Surabaya, Arkola, 1994), hlm. 626

[7]     Zakiah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 1991), hlm 28

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>